#Hi-Business2 | JENIS-JENIS INVESTASI, KELEBIHAN, DAN KEKURANGAN.

Assalamualaikum Wr Wb

Hello Sobat Hi-Business! Jumpa lagi dengan artikel Hi-Business yang kedua nih. Di artikel pertama (#Hi-Business1) udah ngebahas “Pentingnya Investasi di Indonesia”, atau bagi kalian yang belum baca, silahkan bisa baca disini.

Nah, setelah kita tau pentingnya investasi di Indonesia, manfaat investasi di Indonesia, dan juga pengaruhnya bagi perekonomian Indonesia. Udah semakin yakin dong buat berinvestasi dari sekarang ? Udah siap belum nih buat investasi? Eits. Sebelum kita ambil langkah berinvestasi, kita juga harus tau dong apa aja jenis-jenis dari investasi ini, dan bagaimana sih kelebihan dan kekurangan dari masing-masing jenis investasi tersebut. Dan dari itu, kita bisa menganalisis bagaimana investasi yang baik dan menguntungkan untuk kita. Oke langsung aja ya, cekidot!

JENIS-JENIS INVESTASI, KELEBIHAN, DAN KEKURANGAN.

  1. Tabungan

Nasabah menyimpan uang di bank yang dapat diambil dan dipergunakan kapanpun jika nasabah memerlukannya.

Keuntungan Tabungan

  1. Dapat diambil kapan saja dan tidak memiliki risiko.
  2. Transaksinya mudah

Kerugian Tabungan

  1. Uang dapat dengan mudah berkurang, karena dapat diambil kapan saja dengan mudah
  2. Bunga tabungan kecil.

Jenis Resiko : Low Risk, Low Return

  1. Deposito

Nasabah menyimpan uangnya di bank dengan periode tertentu yang tidak bisa diambil atau digunakan jika belum jatuh tempo. Jika tabungan diambil sebelum jatuh tempo, nasabahh akan mendapat pinalti/denda yang telah disepakati sebelumnya.

Keuntungan Deposito

  1. Risiko sangat rendah
  2. Bunga yang dapat diterima lebih besar dibandingkan tabungan biasa.

Kerugian Deposito

  1. Keuntungan atau bunga yang diterima lebih sedikit bila dibandingkan dengan jenis investasi lain yang berhadapan langsung dengan risiko pasar.
  2. Bunganya lebih kecil dari tingkat inflasi

Jenis Resiko : Low Risk, Low Return

  1. Obligasi

Obligasi merupakan surat tanda bukti hutang, merupakan bukti bahwa kita memberikan hutang kepada perusahaan tertentu atau pemerintah. Pihak yang berhutang akan memberi bunga untuk jangka waktu tertentu. Jangka waktu pengembalian hutang lebih dari satu tahun. Obligasi yang paling aman adalah obligasi atau surat utang dari negara.

Keuntungan Obligasi

  1. Memberikan pendapatan tetap (fixed income) berupa kupon.
  2. Keuntungan atas penjualan obligasi (capital gain).
  3. Bunga lebih besar dibandingkan deposito.

Kerugian Obligasi

  1. Risiko perusahan tidak mampu membayar kupon obligasi maupun risiko perusahaan tidak mampu mengembalikan pokok obligasi.
  2. Risiko Tingkat Suku Bunga (Interest Rate Risk).
  3. Jangka waktu panjang (> 1 tahun), sehingga tidak dapat dicairkan bila diperlukan atau bila ingin berinvestasi lain.
  4. Bila pihak yang berhutang bangkrut, berarti tidak dapat mengembalikan hutangnya.

Jenis Resiko : Low Risk, Low Return

  1. Saham

Memiliki saham berarti Anda memiliki kepemilikan dalam suatu perusahaan. Uang yang kita tanamkan dijadikan sebagai modal untuk perusahaan tersebut. Perusahaan akan memberikan keuntungan yang diterima kepada para pemegang saham yang disebut sebagai deviden. Bila dinilai baik atau banyak orang yang berminat untuk membeli saham suatu perusahaan, harganya akan naik, sehingga bila Anda menjual sahamnya akan memperoleh keuntungan. Sebaliknya, bila perusahaan menderita kerugian, harga sahamnya dapat turun sehingga Anda dapat menderita kerugian. Saham ini dapat dibeli pada perusahaan sekuritas. Untuk tiap transaksi jual atau beli, Anda akan dikenakan biaya.

Keuntungan Saham

  1. Dapat mendatangkan keuntungan yang sangat besar bila harga saham naik.
  2. Dengan modal sedikit, dapat diperoleh hasil berkali-kali lipat.

Kerugian Saham

  1. Risiko kehilangan modal jika perusahaan bangkrut/ pailit
  2. Risiko kehilangan juga terjadi ketika harga saham turun.

Jenis Resiko : Medium Risk, Medium Return

  1. Reksadana

Reksadana merupakan tempat menghimpun dana secara kolektif. Dana yang terkumpul akan dikelola oleh Manajer Investasi yang akan diinvestasikan pada jenis investasi lainnya. Bila mendapat keuntungan atau kerugian akan dibagi secara rata untuk para investor. Ini dapat menjadi pilihan bagi Anda yang baru memulai untuk berinvestasi. Jenis risikonya berbeda, tergantung jenis risiko yang dipilih. Jenisnya adalah reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana saham, dan reksadana campuran.

Keuntungan Reksadana

  1. Tidak perlu memiliki banyak pengetahuan, karena dikelola oleh Manajer Investasi.
  2. Karena diinvestasikan ke banyak tempat, maka bila terjadi kerugian di satu tempat bisa tertolong tempat lain yang mungkin menghasilkan keuntungan.

Kerugian Reksadana

  1. Bagi sebagian orang, karena tidak dikelola sendiri sering tidak puas dengan hasilnya.
  2. Keuntungan lebih sedikit dibandingkan saham dan ada biaya yang dikeluarkan untuk pengelolanya.

Jenis Resiko : High Risk, High Return

  1. Emas

Harga emas cenderung naik setiap tahun, itulah sebabnya banyak orang yang membeli emas kemudian menjualnya saat harganya naik. Bila hendak digunakan untuk investasi, emas yang dibeli hendaknya berupa logam mulia batangan atau koin daripada emas dalam bentuk perhiasan. Emas batangan atau koin tidak mengalami penyusutan atau ongkos pembuatan yang biasa dikenakan apabila kita menjual dalam bentuk perhiasan.

Keuntungan Emas

  1. Termasuk aset likuid atau aset yang mudah dijual.
  2. Tahan lama
  3. Harga stabil, cenderung naik

Kerugian Emas

  1. Emas tidak membuat pemiliknya bertambah kaya
  2. Ada kemungkinan nilai emas anjlok
  3. Tidak dapat memberikan penghasilan rutin
  4. Sulit dalam penyimpanan

Jenis Resiko : Medium Risk, Medium Return

  1. Properti

Sama seperti emas, harga properti yaitu rumah dan tanah cenderung akan naik. Dengan membeli properti, dan menjualnya di kemudian hari akan mendatangkan keuntungan karena harga jualnya sudah naik. Harga rumah akan cepat naik bila lokasinya strategis atau dekat dengan fasilitas umum, ini dapat menjadi pertimbangan saat akan memilih lokasi. Bila akan membeli rumah di perumahan yang belum atau masih dibangun, pastikan pengembang dapat dipercaya dan adanya perjanjian yang jelas, karena ada beberapa kasus, setelah kita membayar, pembangunan rumah tidak dilanjutkan yang mengakibatkan kerugian.

Keuntungan Properti

  1. Risiko kecil
  2. Dapat disewakan sehingga dapat memberi penghasilan tambahan.

Kerugian Properti

  1. Membutuhkan modal yang besar untuk membeli rumah atau tanah.
  2. Properti bukan aset yang likuid karena tidak mudah untuk menjualnya bila suatu saat membutuhkan uang.

Jenis Resiko : Low Risk, Low Return

Wah ternyata banyak ya jenis-jenis investasi itu. Kalian tinggal menentukan apa jenis investasi yang kalian inginkan. Oke segitu dulu ya penjelasan mengenai jenis-jenis investasi di Indonesia. Mohon maaf bila ada kesalahan dalam penulisan maupun informasi. Happy Business!!

Source :

http://vifcorps.com/our-products/foreign-exchange/index.php?option=com_content&view=article&id=2258&catid=118&Itemid=459

http://sekolahpintar.com/blog/7-jenis-investasi-beserta-keuntungan-dan-kerugiannya

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: